Persahabatan dan Misi Kristen di Tanah Batak: Nommensen, Raja Pontas, Raja Amandari
Abstract
The nineteenth-century Christian mission in the Batak highlands cannot be adequately explained as the work of European missionaries alone. Its development was closely connected with local political authority, customary leadership, and interpersonal trust. This article examines friendship as a missional medium, focusing on the relationship between Ludwig Ingwer Nommensen and Batak leaders, particularly Raja Pontas Lumbantobing and Raja Amandari. The study employs qualitative library research with a historical-theological approach. Primary attention is given to recent studies on Batak Christianity, Ugamo Malim, customary leadership, and contextual mission, supported by classic missiological literature. The analysis shows that friendship enabled missionaries to learn local language and customs, reduced social suspicion, and provided legitimate access to communal spaces. Local rulers were not passive recipients of mission, but cultural brokers who negotiated the encounter between the gospel, adat, and community interests. The article concludes that mission becomes more sustainable when it is practiced through reciprocal relationships, cultural humility, and the active participation of local leaders rather than through coercive religious expansion.
Abstrak
Penginjilan Kristen di Tanah Batak pada abad ke-19 tidak memadai apabila hanya dijelaskan sebagai keberhasilan para misionaris Eropa. Perkembangannya berkaitan erat dengan otoritas politik lokal, kepemimpinan adat, dan kepercayaan yang tumbuh melalui relasi personal. Artikel ini mengkaji persahabatan sebagai sarana misi dengan memberi perhatian pada hubungan Ludwig Ingwer Nommensen dengan para pemimpin Batak, khususnya Raja Pontas Lumbantobing dan Raja Amandari. Penelitian menggunakan metode kualitatif berbasis studi pustaka dengan pendekatan historis-teologis. Sumber yang dikaji mencakup penelitian mutakhir mengenai kekristenan Batak, Ugamo Malim, kepemimpinan adat, dan misi kontekstual, serta literatur misi klasik. Hasil kajian menunjukkan bahwa persahabatan membantu misionaris mempelajari bahasa dan adat, mengurangi kecurigaan sosial, serta memperoleh ruang pelayanan yang sah di tengah komunitas. Raja adat tidak hanya menjadi penerima misi, melainkan perantara budaya yang menegosiasikan perjumpaan Injil, adat, dan kepentingan masyarakat. Misi menjadi lebih berkelanjutan ketika dijalankan melalui hubungan timbal balik, kerendahan hati budaya, dan keterlibatan aktif pemimpin lokal, bukan melalui tekanan atau pemaksaan.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Allen, Roland. Missionary Methods: St. Paul’s or Ours? Grand Rapids, MI: Eerdmans, 1962.
Angga, Mona Ratu Munthe, Putri Amelia Sari, Supsiloani, dan Tappil Rambe. “Kepemimpinan dalam Tradisi Batak Ugamo Malim Desa Binjai Kecamatan Medan Denai Kota Medan Sumatera Utara.” EDU SOCIETY: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sosial dan Pengabdian kepada Masyarakat 5, no. 1 (2025): 1022–1030. https://doi.org/10.56832/edu.v5i1.940.
Arifianto, Yonatan Alex. “Peran Kepemimpinan Misi Paulus dan Implikasinya bagi Pemimpin Misi Masa Kini.” Jurnal Teologi Amreta 4, no. 1 (2020): 67–88. https://doi.org/10.54345/jta.v4i1.41.
Bosch, David J. Transforming Mission: Paradigm Shifts in Theology of Mission. 20th Anniversary ed. Maryknoll, NY: Orbis Books, 2011.
Firmando, Harisan Boni, Elvri Teresia Simbolon, dan Roida Lumbantobing. “Dinamika Penghayat Ugamo Malim dalam Memperjuangkan Hak Sipil di Kabupaten Toba.” Asketik: Jurnal Agama dan Perubahan Sosial 7, no. 1 (2023): 155–172. https://doi.org/10.30762/asketik.v7i1.1260.
Haryanto, Lucianto, dan Martha Kurniawan. “Keberhasilan Penginjilan Ingwer Ludwig Nommensen dalam Perspektif Teologi Penginjilan di Tanah Batak.” JUFTEK: Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik 8, no. 2 (2025): 24–37.
Hutagalung, Roy J. M. “Nommensen dan Pariwisata Rohani Salib Kasih Tarutung.” Jurnal Christian Humaniora 3, no. 2 (2020): 140–147. https://doi.org/10.46965/jch.v3i2.129.
Hutauruk, J. R., Naek L. Tobing, dan Nelson Siregar. Raja Pontas Lumbantobing: Riwayat Hidup, Karya, dan Pengabdiannya bagi Pengembangan dan Kemajuan Gereja dan Masyarakat Batak. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2013.
Lamahu, Arafat Iskandar. “Ugamo Malim dalam Diskursus Keagamaan di Hutatinggi Kabupaten Toba Samosir.” Jurnal Sosiologi Agama 14, no. 1 (2020): 67–92. https://doi.org/10.14421/jsa.2020.141-05.
Manurung, Melisa, Melina Trisia, dan Sarmauli. “Perjalanan Misi Dr. Ingwer Ludwig Nommensen di Tanah Batak: Studi Kasus Sejarah Agama Kristen di Tanah Batak.” Al-Furqan: Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 3, no. 3 (2024): 1072–1077.
Manurung, Roymandani. “Raja Pontas Lumbantobing sebagai Figur Adat dalam Kristenisasi di Tanah Batak.” Didache: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen 7, no. 2 (2026): 372–390.
Pane, Elia Erina, dan Friska Manurung. “Religious Movement of Ugamo Malim in Batak Land-Indonesia.” Jurnal Koinonia 14, no. 2 (2022): 119–133. https://doi.org/10.35974/koinonia.v14i2.2960.
Rumbay, Christar Arstilo, Binsar Hutasoit, dan Tunggul Yulianto. “Menampilkan Kristen yang Ramah terhadap Adat Roh Nenek Moyang di Tanah Batak dengan Pendekatan Pendidikan Agama Kristen.” KAMBOTI: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora 2, no. 1 (2021): 50–58.
Simanjuntak, Fredy, Jammes Juneidy Takaliuang, dan Budin Nurung. “Merengkuh Spiritualitas Persahabatan Ekumenis: Sebuah Refleksi Paradigma Misi Gereja Posmodern.” Jurnal Teologi Gracia Deo 4, no. 2 (2022): 201–218. https://doi.org/10.46929/graciadeo.v4i2.101.
Sinaga, Dinar Marcelina. “Injil Memasuki Kebudayaan Batak.” Jurnal Teologi Rabbi STGH HKBP Sipoholon 4, no. 1 (2023): 19–37.
Sirait, Apri Twenty, Gabby Ribkamawaty Siburian, Dita Larissa, dan Liyus Waruwu. “Raja Amandari Sabungan Lumbantobing, I. L. Nommensen dan Perjalanan Misi Kristen di Tanah Batak.” Pediaqu: Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora 3, no. 2 (2024): 1191–1197.
Siregar, D., dan Y. Gulo. “Eksistensi Parmalim Mempertahankan Adat dan Budaya Batak Toba di Era Modern.” Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya 6, no. 1 (2020): 41–51. https://doi.org/10.24114/antro.v6i1.16632.
Siregar, Eka Helena, Elson Lingga, dan Mastia Lelyna Sinaga. “Perjumpaan Injil dengan Adat Batak: Memperbarui dan Menguatkan.” Immanuel: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen 2, no. 2 (2021): 103–126. https://doi.org/10.46305/im.v2i2.80.
Thaylort, Chaliya Elisabet. “Dampak Misi dan Penginjilan di Batak Toba.” The Way: Jurnal Teologi dan Kependidikan 7, no. 1 (2021): 53–63. https://doi.org/10.54793/teologi-dan-kependidikan.v7i1.64.
Wright, Christopher J. H. The Mission of God: Unlocking the Bible’s Grand Narrative. Downers Grove, IL: InterVarsity Press, 2006.
DOI: https://doi.org/10.46305/im.v7i2.671
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Immanuel: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Immanuel indexed by:
Immanuel: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen
Published: Sekolah Tinggi Teologi Sumatera Utara
Website Institusi: stt-su.ac.id
Address: Jl. Sembada No. 32, Titi Rantai, Kec. Medan Baru, Kota Medan, Sumatera Utara 20131
ISSN: 2721-432X (online), 2721-6020 (print).






