Pendekatan Kontekstual terhadap Tradisi Peringatan Kematian dalam Pelayanan Pastoral

Yulianto Nugroho, Teguh Pramono

Abstract


The death commemoration ritual is an integral component of the symbolic system within Javanese society, reflecting a collective understanding of death as both a spiritual and social transition. In Gladagsari Village, Boyolali, this practice is not merely a religious rite but also a sociocultural mechanism that reinforces communal solidarity and cohesion. For Christians embedded within such a cultural framework, a hermeneutical tension arises between doctrinal fidelity to the authority of Scripture and the pastoral necessity of harmonious coexistence with local traditions. This study employs a qualitative case study approach, utilizing in-depth interviews, participant observation, and literature review, analyzed through an interpretive framework grounded in contextual pastoral theology. The findings reveal that although intercessory prayers for the dead lack soteriological legitimacy within Christian doctrine, the ritual carries profound symbolic and social significance that strengthens community networks. Accordingly, the church is called to develop a contextual and reflective pastoral approach, one that remains rooted in the truth of the Gospel while engaging local cultural realities as a space for witness and transformation.

 

Abstrak

Ritual peringatan kematian merupakan bagian integral dari sistem simbolik masyarakat Jawa yang mencerminkan pemahaman kolektif mengenai kematian sebagai suatu peralihan spiritual sekaligus sosial. Di desa Gladagsari, Boyolali, praktik ini tidak hanya berfungsi sebagai ritus keagamaan, tetapi juga sebagai mekanisme sosiokultural yang memperkuat solidaritas dan kohesi komunal. Bagi umat Kristen yang hidup dalam kerangka budaya tersebut, muncul ketegangan hermeneutis antara kesetiaan doktrinal terhadap otoritas Alkitab dan kebutuhan pastoral untuk hidup berdampingan secara harmonis dengan tradisi lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi pustaka. Data dianalisis menggunakan kerangka interpretatif yang berlandaskan teologi pastoral kontekstual. Temuan penelitian menunjukkan bahwa meskipun doa syafaat bagi orang yang telah meninggal tidak memiliki legitimasi soteriologis dalam doktrin Kristen, ritual tersebut memiliki makna simbolis dan sosial yang mendalam dalam memperkuat jaringan relasi komunitas. Oleh karena itu, gereja dipanggil untuk mengembangkan pendekatan pastoral yang kontekstual dan reflektif, yang tetap berakar pada kebenaran Injil sekaligus melibatkan diri dalam realitas budaya lokal sebagai ruang kesaksian dan transformasi.


Keywords


Death ritual; javanese culture; intercessory prayer; pastoral; contextual theology; ritual kematian; budaya Jawa; doa syafaat; pastoral; teologi kontekstual.

Full Text:

PDF

References


Alkitab Terjemahan Baru. Lembaga Alkitab Indonesia, 2002.

Anwarsani, Misnawati dan. Teori Stuktural Levi-Strauss Dan Interpretatif Simbolik Untuk Penelitian Sastra Lisan. Bogor: Guepedia, 2019.

Baiduri, Ratih. Teori-Teori Antropologi (Kebudayaan). Medan: Yayasan Kita Menulis, 2020.

Bevans, Stephen B. Models of Contextual Theology. Ossining, New York: Orbis Books, 2002.

Hakam, Ahmad. “Communal Feast Slametan: Belief System, Ritual, and the Ideal of Javanese Society.” Hayula: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies, 1, no. 2 (2017): 97–111.

Handjojo, Jahja. Asal Kujamah JubahNya Aku Pasti Sembuh. Yogyakarta: Andi Offset, 2021.

Henry, M. “Tafsiran Matthew Henry Tentang 1 Korintus 9:22,” n.d.

Koentjaraningrat, R. M. Javanese Culture. Singapapura: Oxford University Press, 1985.

Kusuma, Surja. Okultisme, Antara Budaya Dan Iman Kristen. Yogyakarta: Andi, 2010.

Kusumawardana, Kristian. Kontekstualisasi Teologi Imago Dei Melalui Konsep Sangan Paraning Dumadi. Bandung: LPPM Sekolah Tinggi Teologi Bandung, 2023.

Lawalata, Mozes. “Misi Bagi Pertumbuhan Gereja Melalui Kontekstualisasi Praktik Ibadah Penghiburan Dalam Tradisi Slametan Di Masyarakat Jawa.” Luxnos 10, no. 1 (2024).

Limbong, Sukanto, Gunawan Yuli Agung Suprabowo, and Daniel Razsekar Panjaitan. “Danau Toba Sebagai Ruang Moderasi Beragama Dan Teologi Pariwisata Dalam Perspektif Hermeneutika Biblika.” Jurnal Penelitian Agama Hindu 9, no. 3 (2025): 120–32. https://doi.org/10.37329/jpah.v9i3.4258.

Marcelino Bramantyoko Jie. “Model Antropologis Menurut Stephen B. Bevans Dan Relevansinya Bagi Mahasiswa Perantauan Di Kota Malang.” Perspektif 18, no. 2 (2023): 127–37. https://doi.org/10.69621/jpf.v18i2.199.

Mawikere, Marde Christian Stenly, Sudiria Hura, and Virginia Rebeca Tulung. “Dinamika Agama Dan Potensi Konflik Dalam Riset Clifford Geertz: Urgensi Moderasi Beragama Dan Relevansi Dengan Teologi Kristen.” Manna Rafflesia 10, no. 2 (2024): 245–63. https://doi.org/10.38091/man_raf.v10i2.364.

Nasruddin. “Kebudayaan Dan Agama Jawa Dalam Perspektif Clifford Geertz.” Religió: Jurnal Studi Agama-Agama 1, no. 1 (2011): 33–46.

Nugroho, Sri Prihatin, and Bambang Sulanjari. “Makna Makanan Tradisional Jawa Dalam Slametan Kematian 40 Hari Di Desa Baran Dukuh Lor Kecamatan Ambarawa.” JiSabda 6, no. 2 (2025): 45–53.

Nyuyki, Peter Siysi, and Attie Van Niekerk. “Syncretism and Inculturation in the Nso’ Context of Cameroon.” STJ | Stellenbosch Theological Journal 2, no. 2 (2016): 381–400. https://doi.org/10.17570/stj.2016.v2n2.a18.

Perangin angin, Yakub Hendrawan, and Tri Astuti Yeniretnowati. “Pemahaman Makna Misi Dan Penginjilan Serta Implikasinya Bagi Orang Percaya.” Ritornera - Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia 2, no. 3 (2023). https://doi.org/10.54403/rjtpi.v2i3.56.

R.M Koentjaraningrat. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta, 2009.

Setiawan, Iwan, and Reagen Petrus Banea. “Kontekstualisasi Menurut Kisah Para Rasul 17:16-34.” Te Deum (Jurnal Teologi Dan Pengembangan Pelayanan) 12, no. 2 (2023): 359–78. https://doi.org/10.51828/td.v12i2.227.

Stafford, Tim. Siapakah Gerangan Orang Ini? Agenda Yesus Bagi Perwujudan Kerajaan Allah,. Jakarta: b, 2010.

Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kualitatif Dan R&D, Metode Penelitian Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif Dan R&D. Bandung: Alfabeta, 2016.

Suharso. “Tinjauan Alkitab Terhadap Konsep Selamatan Kematian Dalam Adat Jawa.” KADESI Jurnal Teologi Dan PAK 7, no. 2 (2025): 219–38.

Talan, Yesri E. “Mengkaji Bahaya Sinkretisme Dalam Konteks Gereja.” SESAWI: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen 1, no. 1 (2019): 43–54. https://doi.org/10.53687/sjtpk.v1i1.5.

Tanuwidjaja, S., & Udau, S. “Iman Kristen Dan Kebudayaan. Jurnal Teologi Kontekstual Indonesia,.” Jurnal Teologi Kontekstual Indonesia 1, no. 1 (2020): 1–14. https://doi.org/DOI : 10.46445/jtki.v1i1.299.




DOI: https://doi.org/10.46305/im.v7i1.608

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Immanuel: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Immanuel indexed by:

Immanuel: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen
Published: Sekolah Tinggi Teologi Sumatera Utara
Website Institusi: stt-su.ac.id
Address: Jl. Sembada No. 32, Titi Rantai, Kec. Medan Baru, Kota Medan, Sumatera Utara 20131
ISSN: 2721-432X (online), 2721-6020 (print).